Loading...

Jumat, 18 Maret 2011

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS-1) ATAU RENCANA JANGKA MENENGAH EMPAT TAHUN TAHUN 2009/2010 - 2012/2013 SMP NEGERI 2 BOJONG



A.   ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

1.    Analisis Perkembangan Sejarah
SMP NEGERI 2 merupakan sekolah negeri kedua di Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Dibangun pada tahun 1995 dan mulai beroperasi pada tahun pelajaran 1995/1996. Secara resmi sekolah ini beroperasi atas dasar SK Gubernur Jawa Tengah tertanggal 12 Juni 1997.
Secara geografis, SMP Negeri 2 Bojong dikelilingi oleh sembilan Desa dari 18 Desa di wilayah kecamatan Bojong dan sekitarnya. Kesembilan desa tersebut adalah Danasari, Batunyana, Gunungjati, Pucangluwuk, Sangkanayu, Tembongwah, Cikura, Sitail, dan Kalijambu. Letak strategis karena berada pada jalur lalu lintas antardesa. Dengan demikian SMP Negeri 2 Bojong memiliki potensi untuk berkembang. Apalagi, di wilayah tersebut hanya ada dua sekolah setaraf SMP yaitu SMP Negeri 2 Bojong dan MTs.Asyifa Pucangluwuk.
Perkembangan SMP negeri 2 Bojong tampak maju seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Hal ini tergambar dari kemajuan jumlah rombongan belajar (Rombel). Pada awal berdirinya SMP Negeri 2 Bojong hanya mampu menerima 1-2 Rombel setiap kelas. Akan tetapi pada dua tahun terakhir SMP Negeri 2 Bojong mampu menampung 5 Rombel setiap kelasnya dengan jumlah siswa yang melebihi kapasitas yang semestinya.

2.    Analisis Perkembangan Ekonomi
Ditopang dari daerah pertanian yang cukup subur, di daerah pedesaan dan pegunungan kebanyakan penduduk sebagai petani dan buruh tani, pedagang dan merantau ke luar kota (Jakarta, Bandung dll) dengan mata pencaharian kebanyakan menjadi penjual nasi goreng dan wartegan.. Selebihnya adalah pegawai negeri dan wiraswasta. Pertanian yang dikelola pun menggunakan sistem pertanian tadah hujan sehingga berhasil atau tidaknya pertanian ditentukan oleh kondisi alam.
Dengan melihat hal di atas dapat kita ketahui bahwa perekonomian masyarakat tergolong menengah ke bawah. Kemampuan orang tua berparsitisipasi agak sulit karena struktur ekonomi masyarakat terbatas. Oleh karena itu perkembangan sarana sekolah yang berkaitan dengan pengadaan ruang belajar sangat bergantung pada bantuan pemerintah.

3.    Analisis Perkembangan Sosial
Berdasarkan data dari Bimbingan Konseling (BK) di sekolah, kondisi orang tua siswa 17 % keluarga petani, 55 % buruh tani, 5 % PNS, 20 % pedagang kecil, lain – lain 3 %. Jarak rumah terjauh dari rumah kesekolah 6 km dengan kondisi medan pegunungan yang naik turun. Transportasi siswa ke sekolah 30 % menggunakan Angkutan bak terbuka (dompleng) dan 3% antar jemput oleh saudara atau kerabat, dan 67% berjalan kaki. Kehidupan masyarakat Desa Danasari yang agamis, cenderung kondusif,  rukun dan damai, terbentuk kekeluargaan  yang saling tolong menolong sangat berpengaruh terhadap eksistensi SMP Negeri 2 Bojong.
Di samping itu, hubungan antara sekolah dan masyarakat juga tercipta dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan terbukanya sekolah menerima aspirasi atau keluhan dari masyarakat berkenaan dengan kegiatan sekolah. Kerja sama secara tidak tertulis juga telah terbina dengan terbukanya masyarakat menerima sekolah dalam rangka observasi untuk pembelajaran di luar kelas untuk lebih memantapkan pengetahuan teoritisnya.

4.    Analisis Perkembangan Budaya
Seni budaya yang kental pada masyarakat Bojong adalah segala kehidupan yang menyangkut unsur keagamaan. Kesenian yang berkembang adalah seni terbang kencer, rebana , samroh. Di samping itu, di Desa Danasari dan sekitarnya juga melestarikan budaya daerah yaitu Jaran Ebeg, Kuntulan,
Peringatan hari besar agama pun dilakukan dengan sangat meriah. Biasanya peringatan keagamaan ini mengundang mubaligh bertaraf nasional. Modal untuk kegiatan berasal dari iuran warga sekitar dan warga yang merantau. Di sini masih tampak adanya kepudulian dari warga Danasari dan sekitarnya yang merantau untuk ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan desanya.
Ada satu kegiatan desa yang telah diresmikan menjadi agenda Kabupaten Tegal. Agenda tersebut adalah Khaul Syekh Armiya di Pondok Pesantren Atauhidiyah. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang tarafnya sudah nasional. Hal ini dibuktikan dari tamu yang hadir banyak yang berasal dari luar provinsi. Untuk pembeicara bahkan sering berasal dari negera Arab Saudi. Pada kegiatan ini, Abdurahman Wakhid semasa menjabat sebagai presiden RI pernah menghadiri kegiatan ini.

5.    Analisis Perkembangan Geografi
SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal terletak di lereng Gunung Slamet dengan ketinggian 700 m di atas permukaan air laut. SMP Negeri 2 Bojong merupakan SMP Negeri yang terletak di ujung paling selatan Kabupaten Tegal. Wilayahnya terdiri dari pegunungan dan perbukitan. Sehingga berhawa dingin dan sejuk, curah hujan cukup tinggi bahkan sering terjadi kabut. Suhu udara berkisara 19 – 20◦.
Batas utara sekolah adalah tanah milik masyarakat yang berupa rumah tinggal. Sebelah barat jalan desa yang menghubungkan antara desa satu dengan lainnya.  Sebelah timur perkebunan milik warga sekitar. Di sebelah selatan rumah warga dan perkebunan milik warga. Secara geografis, SMP Negeri 2 Bojong masih sangat terbuka untuk perluasan lahan. Hal ini dapat dilihat di bagian timur dan selatan sekolah yang masih berupa perkebunan milik masyarakat dengan luas yang lebih dari cukup. Tentunya perluasan ini dengan melakukan pembelian tanah milik warga tersebut.

6.    Analisis Perkembangan Demografi
Sekolah ini terletak di desa Danasari Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Penduduk Kecamatan Bojong kurang lebih 78.000 jiwa.  Siswa SMP Negeri 2 Bojong kebanyakan berasal dari Danasari,. Jumlah rombel tahun  2007/2008 11 kelas, 2008/2009: 12. Tahun pelajaran 2009/2010 sejumlah 14 kelas. Untuk tahun pelajaran 2009/2010, kelas VII diisi sebanyak 44-45 anak per kelas. Pada tahun ini pula, SMP Negeri 2 Bojong dengan sangat terpaksa menolak siswa yang mendaftar terlambat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan karena ruang belajar dan tenaga pendidiknya yang tidak memenuhi jumlahnya. Hal tersebut menunjukkan animo masyarakat untuk menyekolahkan di SMP Negeri 2 Bojong cukup baik.

7.    Analisis Perkembangan Religius
Kehidupan beragama cukup kuat, sehingga SMP Negeri 2 Bojong  menetapkan pengembangan diri dengan amaliah keagamaan.  Penerapan  pembiasaan (1)  Pengamalan Adab Siswa Pada Guru dan Orang Tua dengan membiasakan 3 S (senyum, sapa dan salam), peserta didik dibiasakan untuk selalu berjabat tangan dan atau mengucapkan salam bila berjumpa/berpapasan dengan guru ataupun staf tata usaha serta pelaksana “Reward ”. Sebagai kredit point pelanggaran yang dikelola oleh BP/ BK.  Reward tidak hanya dilakukan untuk pelanggaran, tetapi juga prestasi. Bahkan untuk reward prestasi sudah dibuatkan SK Kepala sekolah sebagai landasan hukumnya.
Dengan melihat lingkungan sekolah yang agamis, kegiatan-kegiatan keagamaan menjadi agenda rutin sekolah. Beberapa kegiatan keagamaan tersebut antara lain peringatan hari besar Islam (Isro Miroj, Maulid Nabi Muhammad SAW, Nuzulul Quran); pengumpulan dan pembagian zakat fitrah, penyembelihan dan pembagian hewan qurban, dan turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan Khaul Syekh Armia yang telah menjadi agenda kabupaten.


B.   ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
1.    Analisis Mutu dan Daya Saing
Pendidikan dewasa ini mengalami permasalahan mendasar mengenai rendahnya mutu pendidikan dibanding negara Asia. Persoalan ini berkait dengan rendahnya mutu di Kabupaten Tegal dibanding dengan pendidikan di wilayah kab/kota provinsi Jawa Tengah.
Mutu pendidikan juga dilihat dari meningkatnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai humanisme yang meliputi keteguhan iman dan taqwa serta berakhlak mulia, etika, wawasan kebangsaan, kepribadian tangguh, ekspresi estetika, dan kualitas  jasmani
SMP Negeri 2 Bojong merupakan bagian dari 42 SMP Negeri di Kabupaten Tegal. Kami terus berusaha untuk bangkit dan terus memperbaiki diri. Beberapa usaha yang dilakukan adalah melengkapi sarana pendidikan seperti buku, media pembelajaran, guru-guru yang berkualitas. Yang tak kalah pentingnya adalah memotivasi siswa bahwa mereka merupakan bagian dari masa depan bangsa yang akan bersama-sama memajukan bangsa ini..

2.    Analisis Efisiensi Pendidikan
Keberhasilan pendidikan tidak bisa diukur dari tinggi rendahnya angka nilai UN saja. Akan tetapi, perlu diukur keberhasilan dalam proses pembelajaran. Pendidikan akan mengantarkan siswa menjadi manusia dewasa yang mandiri. Dengan pendidikan yang berkualitas, siswa akan mampu hidup dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri serta dapat bersaing sejara jujur dalam era yang semakin maju.
SMP Negeri 2 Bojong  melakukan efisiensi pencapaian pendidikan. Peningkatan mutu dan efisiensi pendidikan diarahkan pada perluasan inovasi dan kreativitas pembelajaran dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang aktif, inovatif,  kreatif,efektif, dan menyenangkan (Paikem). Upaya pengembangan kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual dengan prinsip belajar yang menyenangkan. Di samping itu, pembekalan keterampilan kecakapan hidup melalui kegiatan pengembangan diri menjadi salah satu kegiatan yang menjadi nilai lebih dari SMP Negeri 2 Bojong tersebut.

3.    Analisis Relevansi Pendidikan
Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian kecakapan akademik dan non akademik yang lebih tinggi. Namun, yang lebih utama adalah menciptakan lulusan bermutu yang dapat proaktif terhadap perubahan masyarakat dalam berbagai bidang baik di tingkat lokal, nasional maupun global dengan didasari pada keyakinan terhadap Tuhan YME secara kuat.
Menyadari hal itu, SMP Negeri 2 Bojong mencoba merelevansikan pendidikan tersebut, bukan menekankan nilai hasil UN yang unggul saja tetapi penekanan pada proses pembelajaran. Keimanan dan ketaqwaan dengan menyadarkan bahwa kejujuran merupakan modal yang utama untuk mencapai keberhasilan. Di samping itu, Pembelajaran kontektual berbasis Life Skill dilakukan untuk membekali kecakapan kompleks,  ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

4.    Analisis Akses/ Kesempatan Pendidikan
Pemerataan dan perluasan akses pendidikan diarahkan pada upaya memperluas daya tampung satuan pendidikan serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik dari berbagai golongan masyarakat yang berbeda baik secara sosial, ekonomi, gender, lokasi tempat tinggal dan tingkat kemampuan intelektual serta kondisi fisik. SMP Negeri 2 Bojong dalam rangka  penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun memperhatikan pelayanan yang adil dan merata bagi penduduk yang menghadapi hambatan ekonomi dan sosial-budaya. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa hal yaitu
a.    Tidak dipungutnya biaya pendaftaran pada siswa baru.
b.    Tidak diwajibkannya siswa baru untuk membeli pakaian dan lainnya di sekolah.
c.    Diberikannya keringanan sampai dengan 100% bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Dengan adanya hal-hal tersebut, diharapkan semua lulusan SD atau yang sederajat dapat dengan mudah mengikuti pendidikan di SMP Negeri 2 Bojong tanpa memandang tingkatan ekonomi orang tua.


5.    Analisis Pencitraan Pendidikan
Kebijakan tata kelola dan akuntabilitas meliputi sistem pembiayaan berbasis kinerja baik di tingkat satuan pendidikan maupun pemerintah daerah. SMP Negeri 2 Bojong menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS), untuk membantu Pemerintah dan pemerintah daerah dalam mengalokasikan sumberdaya serta memonitor kinerja pendidikan secara keseluruhan.
Di samping itu, peran serta masyarakat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan kinerja pendidikan ditingkatkan melalui peran komite sekolah dan orang tua siswa/ stake holder SMP Negeri 2 Bojong. Segala kebijakan sekolah yang menyangkut hajat orang banyak selalu dibicarakan bersama dengan komite sekolah sebagai perwakilan dari orang tua siswa.

  1. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG 
Sebagaimana dalam tujuan pendidikan nasional, terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: insan indonesia cerdas dan kompetitif (Insan Kamil / Insan Paripurna).
Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan masa datang tersebut, SMP Negeri 2 Bojong terus berusaha memperbaiki kualitas pendidikan secara berkesinambungan. Pendidikan menekankan pada pendidikan logika dan pendidikan rokhani. Dengan demikian akan tercipta manusia yang seimbang secara lahir dan batin. Dengan pendidikan berkualitas tersebut, diharapkan mampu menciptakan lulusan yang bermutu yang dapat bersaing pada era persaingan dunia yang semakin terbuka dengan tidak meninggalkan nilai-nilai budi pekerti dan agama.
Penyelenggaraan pendidikan SMP Negeri 2 Bojong menetapkan   delapan (8) aspek Standar Nasional Pendidikan. Aspek-aspek tersebut adalah 1) pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan SMP, 2) pemenuhan standar isi, 3) pemenuhan standar proses pembelajaran, 4) pemenuhan standar penilaian, 5) pemenuhan standar pengelolaan, 6) pemenuhan standar tenaga pendidik dan kependidikan, 7) pemenuhan standar sarana dan prasarana, dan 8) pemenuhan standar pembiayaan.  Dengan pemenuhan standar tersebut, diharapkan SMP Negeri 2 Bojong mampu menjadi sekolah yang berkualitas dan menjadi kebanggaan seluruh civitas akademika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar